Betapa besar pengaruh dunia
bisnisterhadap denyut nadi perikehidupan masyarakat kian hari kian terasa.
Kepada mereka terhampar harapan besar untuk mengalirnya produk ataupun jasa
yang kian berkualitas dan terciptanya lapangan kerja baru. Dengan kata lain
kehadiran mereka mengusung obsesi berupa kehidupan dan taraf hidup yang lebih
baik bagi banyak orang. David C. Kohen, Profesor Sekolah Bisnis Harvad,
mengatakan dalam bukunya When Corporation Rule the World yang dikutip
oleh Harmanto Edy Djatmiko dalam majalah SWA edisi 19 Desember 2005 bahwa dunia
bisinis selama setengah abad terakhir telah bertriwikrama menjadi institusi
paling berkuasa di planet ini. Kekuasaan pelaku bisnis yg begitu dominan
tersebut mau tidak mau pasti mengandung risiko yg tidak kecil karena sepak
terjang mereka terutama perusahaan yang telah meraksasa akan member dampak
signifikan terhadap kualitas tidak saja manusia sebagai individu dan kelompok,
juga terhadap lingkungan alam di jagat raya ini. Fenomena inilah yang kemudian
memunculkan diskursus atau wacana tentang tanggung jawab sosial perusahaan atau
corporate social responsibility (CSR), ada yang menyebutnya corporate
citizenship, bahkan sekarang ini ada yang menyebutnya sebagai corporate
philanthropy.
Kamis, 07 Februari 2013
Selasa, 08 Januari 2013
[Makalah] MEMBUAT PENDANAAN MIKRO BERPIHAK KEPADA KAUM MISKIN
I.
LATAR BELAKANG
Salah satu hambatan tersebar yang
dihadapi kaum miskin adalah akses untuk mendapatkan pinjaman (kredit). Bagi
pedagang kaki lima yang miskin di daerah perkotaan, akses untuk mendapatkan
kredit dapat menciptakan peluang untuk menumpuk persediaan yang lebih besar,
sehingga ketika ada pelanggan yang ingin membelinya barang itu siap
tersedia, dan akhirnya membuat pedagang kaki lima yang tadinya mangkal di
pinggir jalan menjadi pedagang yang lebih sukses. Grameen Bank Of Bangladesh
adalah salah satu contoh yang sangat baik bagaimana kredit dapat diberikan
kepada kaum miskin sambil meminimisasi risiko bahwa sumber daya tersebut akan
sia – sia.
Tidak ada yang lebih mengesankan dari
Prof Muhammad Yunus (peraih Hadiah Nobel bidang ekonomi tahun 2006), selain
pesannya kepada masyarakat miskin di Bangladesh tentang apa yang ia kerjakan
sekarang ini adalah agar generasi yang akan datang mengetahui. Bahwa dengan
tumbuh dan Berkembangnya Grameen Bank (Bank pedesaaaan), Kemiskinan pada
suatu saat nanti hanya mungkin ditemui di musium. Tekad yang begitu
tegar dari seorang ekonom dengan latar belakang pendidikan ekonomi dinegara
paling liberal Amerika serikat tersebut, sangat mencengangkan para ekonom dari
sebagian besar negara maju. Tetapi ide yang dikemukakan dan dilaksanakan secara
konsekwen oleh Profesor Yunus ternyata didukung oleh banyak kalangan, baik
pemerintahan maupun swasta, termasuk dari bekas Presiden Amerika serikat Bill
Clinton. Bahkan Nyonya Hilary Clinton pada tahun 1997 berkenan menjadi ketua
presidium pengembanganm Grameen Bank untuk Negara Bagian Arkansas.
Selasa, 27 November 2012
ZONA NYAMAN
RINDUHHH JOGJA...
MENINGGALKAN ZONA NYAMAN ITU EMANG TIDAK MENYENANGKAN,, TETAPI DENGAN TIDAK MENINGGALKAN ZONA NYAMAN MAKA KITA AKAN SELALU BERADA DILINGKUNGAN YANG TAK AKAN MENGEMBANGKAN JATI DIRI KITA.....
SEKIAN & MATUR TAENGKYUUUU.... :))
Rating: 5
MENINGGALKAN ZONA NYAMAN ITU EMANG TIDAK MENYENANGKAN,, TETAPI DENGAN TIDAK MENINGGALKAN ZONA NYAMAN MAKA KITA AKAN SELALU BERADA DILINGKUNGAN YANG TAK AKAN MENGEMBANGKAN JATI DIRI KITA.....
SEKIAN & MATUR TAENGKYUUUU.... :))
Rating: 5
Jumat, 31 Agustus 2012
Pengalaman Kerja Auditor
Pengalaman
merupakan suatu proses pembelajaran dan pertambahan perkembangan dan ilmu baik
formal maupun non formal. Menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia pengalaman adalah sesuatu yang pernah dialami, dijalani,
dirasai, ditanggung, dan sebagainya. Jadi dapat disimpulkan, pengalaman
merupakan gabungan dari semua yang diperoleh dari hasil interaksi atau semua
yang pernah dialami. Pengalaman kerja
seseorang menunjukkan jenis-jenis pekerjaan yang pernah dilakukan seseorang dan
memberikan peluang yang besar bagi seorang untuk melakukan pekerjaan yang lebih
baik dengan cara berpikir yang lebih terperinci. Jika seorang
memasuki karier sebagai akuntan publik, ia harus lebih dulu mencari pengalaman
profesi dibawah pengawasan akuntan senior yang lebih berpengalaman (Mulyadi,
2002).
Penelitian Knoers dan Haditono
(1999) dalam Asih (2006) mengatakan bahwa :
“Pengalaman
merupakan suatu proses pembelajaran dan penambahan perkembangan potensi bertingkah
laku baik dari pendidikan formal maupun non formal atau bisa juga diartikan
sebagai suatu proses yang membawa seseorang kepada suatu pola tingkah laku yang
lebih tinggi”.
Suraida
(2005) mengungkapkan bahwa pengalaman kerja auditor merupakan :
“
Pengalaman auditor dalam
melakukan audit keuangan baik dari segi lamanya waktu maupun banyaknya
penugasan yang pernah ditangani. Semakin banyak pengalaman auditor semakin
dapat menghasilkan berbagai macam dugaan dalam menjelaskan temuan audit”.
Menurut
Tubbs (1992) dalam Mayangsari (2003) auditor yang berpengalaman memiliki
keunggulan dalam hal :
1. Mendeteksi
kesalahan.
2. Memahami
kesalahan secara akurat.
3. Mencari
penyebab kesalahan.
Libby dan Frederick (1990) dalam
Kusharyanti (2003)
menemukan bahwa auditor yang berpengalaman mempunyai pemahaman yang lebih baik.
Mereka juga lebih mampu memberi penjelasan yang masuk akal atas
kesalahan-kesalahan dalam laporan keuangan dan dapat mengelompokkan kesalahan
berdasarkan pada tujuan audit dan struktur dari sistem akuntansi yang mendasari
(Libby et. al, 1984) dalam Mayangsari (2003) audit menuntut keahlian dan
profesionalisme yang tinggi. Dalam rangka
pencapaian keahlian, seorang auditor harus mempunyai pengetahuan yang tinggi
dalam bidang audit. Pengetahuan ini bisa didapat dari pendidikan formal yang
diperluas dan ditambah antara lain melalui pelatihan dan pengalaman-pengalaman
dalam praktek audit.
Dalam Mulyadi (2002) disebutkan
agar akuntan yang baru selesai menempuh pendidikan formalnya dapat segera
menjalani pelatihan teknis dalam profesinya, pemerintah mensyaratkan pengalaman
kerja sekurang-kurangnya 3 tahun sebagai akuntan dengan reputasi baik dibidang
audit bagi akuntan yang ingin memperoleh ijin praktik dalam profesi akuntan
publik (SK menteri Keuangan No 43/KMK.017/1997 tanggal 27 januari 1997).
Dari penjelasan diatas disimpulkan bahwa,
pengalaman adalah gabungan dari semua yang dialami, dijalani, dirasai dan
ditanggung melalui interaksi secara berulang-ulang dengan sesama benda, alam,
keadaan, gagasan dan penginderaan. Pengalaman auditor menjadi hal yang penting
karena auditor yang professional itu, adalah auditor yang mempunyai banyak pengalaman.
Dengan adanya pengalaman tersebut maka akan bermanfaat bagi klien untuk
melakukan perbaikan-perbaikan dan klien akan puas.
Jumat, 17 Agustus 2012
Perekonomian Indonesia 1997 sampai 2000 [Hanya Sebuah Tugas]
Data Sakernas empat tahun terakhir (BPS 1997-2000) menunjukkan bahwa jumlah penganggur lulusan setiap jenjang pendidikan meningkat dari 4 juta orang pada tahun 1997 menjadi 6 juta pada tahun 2000. Jumlah utang swasta Indonesia per September
tahun 2000 tercatat 68,2 miliar dollar AS. Puncak krisis yang menimpa Indonesia menyebabkan kepanikan dan kerusuhan dimana-mana. Harga-harga naik selangit, dollar menggila, penjarahan dimana-mana, kelangkaan pangan, rush besar-besaran terhadap perbankan. Dan situasi tersebut berjalan cukup lama.
Krisis moneter 1997-98 jelas lebih dulu dan lebih mudah memukul telak sektor ekonomi modern./ Terlebih perusahaan yang berutang besar dalam nilai nominal dolar, yen, atau valuta asing lainnya. Krisis moneter yang dimulai dengan depresiasi rupiah dan apresiasi dolar sangat memukul perusahaan-perusahaan yang berutang dolar atau valuta asing lain dan memukul impor karena harga rupiah barang-barang impor melonjak sesuai apresiasi dolar. Namun karena hampir semua sektor masih bersifat dualistik, sektor tradisional/ekonomi rakyat tidak terpengaruh krismon, atau terpengaruh secara tidak berarti. Dampak negatif krisis moneter terhadap ekonomi rakyat dapat dihindari atau disikapi sedemikian rupa hingga tidak dirasakan dampaknya, dengan cara-cara atau ”seni” khas ekonomi rakyat, yang dikenal dengan istilah strategi penyikapan (coping strategy) baik dalam produksi, perilaku berkonsumsi, atau sekedar strategi bertahan hidup (survival strategy).
tahun 2000 tercatat 68,2 miliar dollar AS. Puncak krisis yang menimpa Indonesia menyebabkan kepanikan dan kerusuhan dimana-mana. Harga-harga naik selangit, dollar menggila, penjarahan dimana-mana, kelangkaan pangan, rush besar-besaran terhadap perbankan. Dan situasi tersebut berjalan cukup lama.
Krisis moneter 1997-98 jelas lebih dulu dan lebih mudah memukul telak sektor ekonomi modern./ Terlebih perusahaan yang berutang besar dalam nilai nominal dolar, yen, atau valuta asing lainnya. Krisis moneter yang dimulai dengan depresiasi rupiah dan apresiasi dolar sangat memukul perusahaan-perusahaan yang berutang dolar atau valuta asing lain dan memukul impor karena harga rupiah barang-barang impor melonjak sesuai apresiasi dolar. Namun karena hampir semua sektor masih bersifat dualistik, sektor tradisional/ekonomi rakyat tidak terpengaruh krismon, atau terpengaruh secara tidak berarti. Dampak negatif krisis moneter terhadap ekonomi rakyat dapat dihindari atau disikapi sedemikian rupa hingga tidak dirasakan dampaknya, dengan cara-cara atau ”seni” khas ekonomi rakyat, yang dikenal dengan istilah strategi penyikapan (coping strategy) baik dalam produksi, perilaku berkonsumsi, atau sekedar strategi bertahan hidup (survival strategy).
Langganan:
Postingan
(
Atom
)