Jumat, 15 Januari 2010

ETIKA PROFESIONAL

ETIKA DAN MORALITAS
1. Etika Umum
Etika umum berusaha menangani pertanyaan-pertanyaan mengenai dilemma etika dengan mencoba mendefinisikan apa yang dimaksud dengan baik bagi seseoran atau masyarakat, dan mencoba menetapkan sifat dari kewajiban atau tugas yang harus dilakukan oleh seseorang bagi dirinya sendiri dan sesamanya.
Karena tidak ada standar universal ataupun kode etik relative yang dapat menentukan bagaimana pilihan perilaku yang paling tepat, maka dibuatlah kerangka kerja enam langkah. Kerangka kerja tersebut berisi :
a. Mendapatkan fakta yang relevan untuk pengambilan keputusan
b. Mengidentifikasi masalah-masalah etika dan fakta relevan tersebut
c. Menentukan siapa saja yang dapat dipengaruhi oleh keputusan tersebut dan bagaimana masing-masing dipengaruhi
d. Mengidentifikasi alternatif pengambilan keputusan
e. Mengidentifikasi konsekuensi setiap alternative
f. Membuat pilihan yang beretika

Selasa, 05 Januari 2010

Audit Laporan Keuangan dan Tanggung Jawab Auditor

AZAZ-AZAZ YANG MENDASARI AUDIT LAPORAN KEUANGAN
1. Hubungan Antara Akuntansi dan Auditing

2. Pembuktian dan Pertimbangan Profesional dalam Audit Laporan Keuangan
Akuntansi dan auditing secara signifikan memerlukan apa yang disebut pertimbangan professional. Auditor hanya mencari dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat atas kewajaran (fairness) laporan keuangan. Dalam melakukan pemeriksaan, auditor memperoleh bukti-bukti untuk meyakinkan validitas (validity) dan ketepatan perlakuan akuntansi atas transaksi dan saldo.

Sabtu, 02 Januari 2010

Aqidah Islamiyah

"Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya" (QS. An-Nisa':69)
·         Pendahuluan
Nilai suatu ilmu itu ditentukan oleh kandungan ilmu tersebut. Semakin besar dan bermanfaat nilainya semakin penting untuk dipelajarinya. Ilmu yang paling penting adalah ilmu yang mengenalkan kita kepada Allah SWT, Sang Pencipta. Sehingga orang yang tidak kenal Allah SWT disebut kafir meskipun dia Profesor Doktor, pada hakekatnya dia bodoh. Adakah yang lebih bodoh daripada orang yang tidak mengenal yang menciptakannya?

Rabu, 02 Desember 2009

Ringkasan Buku Buku Induk Ekonomi Islam Iqtishaduna

Sistem Ekonomi Islam bukan sekadar "sistem ekonomi tanpa bunga". Sistem Ekonomi Islam jauh lebih luas daripada itu. Berlandaskan pada keadilan Islam yang universal, sistem ini mencakup dan menaungi seluruh aspek ekonomi dalam kehidupan manusia. Dengan runtuhnya komunisme dan kegagalan kronis kapitalisme dalam menyejahterakan sebagian besar umat manusia, Sistem Ekonomi Islam bisa menjadi alternatif solusi guna mengatasi berbagai permasalahan serta kebuntuan ekonomi yang ada dewasa ini.

Melalui buku ini, penulis menghadirkan tinjauan lengkap ihwal Sistem Ekonomi Islam. Berbeda dengan "ekonomi syariah" yang selama dikenal--namun belum mampu menyelesaikan sebagian besar permasalahan yang dihadapi umat--Sistem Ekonomi Islam dalam perspektif Ash Shadr ini jauh lebih komprehensif dan mendalam, serta mengakar pada nilai-nilai keadilan Islam yang universal.

Rabu, 23 September 2009

Ekonomi Islam

Ekonomi Islam adalah ekonomi yang berlandaskan akidah Ketuhanan Yang Maha Esa (tauhid). Akidah yang diturunkan Allah SWT dengan sengaja kepada rasul-Nya untuk umat manusia. Ia bertitik tolak dari tuhan dan memiliki tujuan akhir pada tuhan. Tujuan ekonomi membantu manusia untuk menyembah Tuhannya yang telah memberi rezekinya, dan untuk menyelamatkan manusia dari kemiskinan yang bisa mengafirkan dan kelaparan yang bisa mendatangkan dosa. Oleh karena itu, rumusan sistem ekonomi Islam berbeda sama sekali dari sistem-sistem yang lain. Sebagai sistem ekonomi, ia memiliki akar dalam syari’ah yang menjadi sumber pandangan dunia, sekaligus tujuan dan strateginya (Zainulbahar, 1999; Qardhawi,1997: 72).
Ekonomi Islam diatur menurut aturan yang digariskan oleh Sang Pencipta. Keadilan merupakan hal yang mutlak dalam system ini. Dengan keadilan itu, praktik-praktik yang merugikan orang lain tidak terjadi. Kenyataan yang terjadi dewasa ini yang menunjukkan ketimpangan yang semakin tajam antara negara-negara berkembang dan negara-negara yang sedang berkembang, dan ketidakadilan dalam mengelola sumber-sumber ekonomi dunia menempatkan sistem ekonomi Islam pada posisi yang sangat penting, sebagai sistem alternative yang diharapkan dapat memecahkan problem-problem ekonomi yang tidak dapat dipecahkan oleh sistem ekonomi lain yang telah ada.

Sekapur Sirih :::

Saya harus mengatakan bahwa isi blog ini mencerminkan pengetahuan dan kebijaksanaan kolektif.
Persis yang dikatakan oleh Goethe (
Johann Wolfgang von Goethe) dalam percakapannya dengan ilmuwan Swiss, Frederic Soret, Pada tanggal 17 Februari 1832 ::
"Siapakah saya ini? Apa yang telah saya lakukan? Saya telah mengumpulkan dan memanfaatkan segala sesuatu yang telah saya dengar dan saya alami. Karya saya telah disebarluaskan oleh ribuan orang yang berbeda-beda--> orang bijak dan bodoh, jenius dan dungu, tua dan muda. Mereka semua menawari saya keahlian dan cara hidup mereka masing-masing. Sering kali, saya ambil hasil-hasil yang dikembangkan orang lain. Karya saya adalah karya kolektif, dan membawa nama Goethe."